Lockdown di Indonesia

smartfren

Virus Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona sudah ditetapkan sebagain pandemic berskala Global oleh organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah di berbagai negara pun mengambil langkah-langkah penanganan untuk melindungi warganya. Yang lagi sering dibahas adalah kebijakan isolasi atau lockdown dan pembatasan sosial, alias social distancing, dan lebih parah lagi ada sanksi bagi mereka yang melanggar. Bersosialisasi lewat internet dengan smartfren atau provider lain dapat membantu kita saling terhubung, walaupun akan terasa berat atau sulit diterima masyarakat.

Dikutip dari pengamat sosial dari Universitas Indonesia Devie Rahmawati menurutnya menjalankan opsi lockdown di Indonesia cenderung sulit untuk direalisasikan, apalagi jika sampai menerapkan sanksi bagi yang melanggar.

“Jangankan lockdown, social distancing saja sulit,” ujarnya kepada DW.

lebih jelasnya DW menjelaskan ada tiga factor yang menjadi penyebabnya, yaitu sosial, kultural dan spiritual. Secara sosial, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat komunal, artinya memiliki ketergantungan yang sangat kuat atas kebersamaan dengan orang lain.

Secara kultural, ia menyebut bahwa masyarakat Indonesia masuk dalam kategori ‘masyarakat jangka pendek’ atau short term society, yang ditandai dengan jargon “kita hidup untuk hari ini.” Hal ini berbeda dengan masyarakat barat yang menurutnya masuk dalam kategori long term society, membuat warganya bisa diajak bicara secara objektif.

Selain itu, aspek spiritual yang sangat kuat membuat masyarakat selalu percaya bahwa akan ada kekuatan lain yang membantu mereka melampaui persoalan-persoalan yang ada, dalam hal ini bencana COVID-19.

“Makanya tidak mudah untuk kampanye untuk tinggal di rumah,” pungkasnya.

saran dari Devie, jangan menerapkan lockdown apalagi dengan sanksi, ia mengatakan bahwa masyarakat lebih baik diberikan insentif supaya mereka tergerak untuk mau melakukan penjagaan jarak aman dari kerumunan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.